JATIMPOS.CO/TUBAN – Program makan bergizi gratis (MBG) Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terus bergulir. Program mulia ini diyakini memperkuat sumber daya manusia (SDM). Dalam semangatnya MBG bertujuan mengatasi masalah gizi dan mendukung tumbuh kembang anak. Selain itu memerhatikan kesehatan ibu hamil demi lahirnya generasi berkualitas dan pendidikan di tanah air.

Komitmen menyukseskan semangat program tersebut maka seluruh satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di pelosok tanah air terus menunjukkan kualitas pelayanan yang terbaik. Tanpa terkecuali di SPPG Yayasan Bumi Wali Berdikari yang berlokasi di Desa Montongsekar, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban.

Buah komitmen ini dirasakan salah satu lembaga pendidikan penerima manfaat. Kepada JatimPos, Wakil Kepala Kesiswaan SMP Negeri 1 Montong, Ima Rohyani W, menyampaikan bahwa menu MBG yang disajikan SPPG Montongsekar selalu mengedepankan pemenuhan gizi dan prinsip higienitas. Terbukti dua hari ini sebanyak 621 siswanya tetap sehat dan prima usai mengonsumsi menu MBG.

Pejuang pendidikan ini memastikan bahwa sejumlah siswa yang sebelumnya sempat alergi sudah sehat dan kembali masuk sekolah menjalankan aktivitas normal. Ima menegaskan bahwa semua sudah kembali seperti semula tanpa kendala apapun seperti hari-hari sebelumnya.

“Alhamdulillah siswa baik-baik saja. Program MBG ini jelas memberikan manfaat. Sekolah berharap menu yang disajikan tetap menjaga keseimbangan gizi dan tetap higienis,” ujar Ima, Kamis (29/1/2026) di kantornya.

 

Demikian juga para siswi SMA Negeri 1 Montong, usai mengikuti kegiatan isra’ mi’raj di sekolah, remaja tunas bangsa ini membantu mengumpulkan kotak MBG untuk diambil kembali oleh petugas SPPG.


 

Hal yang sama disampaikan Waka Humas SMA Negeri 1 Montong, Edi Riwanto. Ia menyebut program MBG yang diluncurkan Presiden Prabowo ini memiliki niatan mulia. Dan pada konteks menu yang diterima dari dapur SPPG yang serupa, ia menilai tidak ada kendala apapun. Sedikitnya ada 400 siswa penerima manfaat tidak ada keluhan dari awal menerima hingga sekarang.

“Sejauh ini sekolah melihatnya ‘fine’ saja. Respon dan evaluasi pihak SPPG pun juga diterima baik jika ada saran dan kritik dari sekolah,” terang Edi di kantor.

Dari dua lembaga sekolah tersebut sekelompok siswa mengatakan ke depan menu MBG terus ditingkatkan, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas nilai. Mereka berharap ada inovasi berkala yang higienis tanpa mengurangi gizi, protein, dan kandungan vitamin lainnya.

“Iya, siswa senang karena tidak perlu membawa bekal dari rumah. Saya minta Pak Prabowo lebih meningkatkan kualitas gizinya,” pinta Bintang Aprillia, salah satu siswa di SMP Negeri 1 Montong.

Terpisah salah satu wali murid Poppy Anggraini menyampaikan bahwa dapur SPPG Montongsekar sudah memberikan pelayanan standart. Menurutnya evaluasi terus dilakukan oleh dapur guna menjaga kualitas menu.

Wali murid menggarisbawahi bahwa jika ditemukan kendala di lapangan maka langsung ditindaklanjuti dan dievaluasi menyeluruh oleh penanggung jawab SPPG atau pihak pengelola.

Sementara itu pihak SPPG berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik demi suksesnya program pemerintah tersebut. SPPG ini akan melakukan evaluasi berkala guna menjaga kualitas menu dan menghindari hal yang tidak diinginkan. (min)