JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN - Dalam upaya meningkatkan sanitasi dan kesehatan lingkungan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyerahkan bantuan hibah sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) di Desa Kenongorejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun pada Kamis (15/5/2025).

Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Madiun, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Madiun, Kepala Bapperida Kabupaten Madiun, Kepala BPKAD Kabupaten Madiun, OPD terkait, Muspika Pilangkenceng, para Camat dan Kepala Desa penerima hibah, tokoh masyarakat, serta warga penerima manfaat. Kegiatan ini menandai dimulainya pembangunan satu unit SPALD-S yang akan diberikan kepada rumah tangga terpilih yang ada di Desa Kenongorejo tersebut.

Bupati Madiun, Hari Wuryanto menyampaikan bahwa pembangunan SPALD-S ini merupakan bagian dari program dan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Madiun periode 2025-2030, yaitu Kabupaten Madiun yang bersih, sehat dan sejahtera. Khususnya di bidang kesehatan, sesuai dengan misi ke empat, yaitu membangun sarana dan prasarana kewilayahan lebih memadai yang merata dan berkeadilan.

"Jadi ini dalam rangka untuk mewujudkan masyarakat kita itu sehat dengan adanya sanitasi yang layak. Program SPALD-S ini tidak hanya memperbaiki kualitas lingkungan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh, bersih dan sehat, bahkan dalam rangka membantu pemerintah untuk menurunkan angka stunting," ujar Hari Wuryanto.

Bupati Madiun, Hari Wuryanto bersama Kepala Dinas PUPR Kabupaten Madiun, Gunawi melakukan peletakan batu pertama SPALD-S di Desa Kenongorejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun pada Kamis (15/5/2025).

Menurutnya, program ini dilaksanakan juga dalam rangka mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo. Dengan hadirnya SPALD-S, diharapkan akan terjadi perubahan perilaku hidup bersih dan sehat di tingkat rumah tangga. Ia berharap masyarakat bisa memahami bahwa kesehatan dan kebersihan penting bagi diri sendiri.

"Mudah-mudahan nanti secara mandiri masyarakat juga bisa melakukan pembangunan sanitasi yang layak. Karena itu kepentingan untuk pribadi. Jadi ini untuk membantu, memantik masyarakat supaya masyarakat sadar akan kebersihan dan kesehatan," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Madiun, Gunawi mengatakan, bahwa program SPALD-S ini merupakan program unggulan 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Madiun, salah satunya adalah mendukung misi ke empat, Madiun Bersahaja dalam mewujudkan pemerataan pembangunan infrastruktur yang andal di semua wilayah.

"Pembangunan SPALD-S ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) reguler untuk wilayah pedesaan berupa dana hibah untuk pembangunan satu bilik sapiteng dan resapan," jelas Gunawi.

Sedangkan sasaran program kegiatan SPALD-S tahun 2025 ini, sesuai data Dinas PUPR Kabupaten Madiun ada 473 rumah tangga, dengan rincian 360 rumah tangga di wilayah perdesaan dan 113 di wilayah perkotaan. Program ini diperuntukan untuk masyarakat dengan balita stunting, masyarakat berpenghasilan rendah, masyarakat yang belum memiliki akses sanitasi layak atau masyarakat yang memiliki akses sanitasi tapi belum layak.

"Untuk pelaksanaan program ini nanti berupa hibah uang disampaikan kepada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) untuk dilakukan pekerjaan, dan pembangunannya melibatkan masyarakat setempat, terutama para keluarga yang mendapatkan hibah pemanfaatan sanitasi ini," ujarnya.

Gunawi juga menjelaskan terkait sanitasi layak untuk Kabupaten Madiun pada akhir tahun 2024, yaitu baru mencapai 87,6 persen dari total jumlah rumah tangga seluruh Kabupaten Madiun sebanyak 184,469 rumah tangga.

Maka, jika yang layak baru 87,6 persen, atau sama dengan 161,744 rumah tangga yang sudah bisa memiliki akses sanitasi layak atau SPALD-S. Sedangkan sisanya 12,4 persen atau 22,725 rumah tangga menurut data laporan di tahun akhir 2024 masih dalam kondisi belum layak atau tidak layak karena belum ada akses sanitasi untuk kaitannya pengelolaan SPALD-S.

"Kita masih punya PR yang cukup banyak. Kedepannya masih ada 22,720 rumah tangga lagi, maka pemerintah hadir untuk melakukan intervensi. Harapannya dalam lima tahun kedepan 100 persen, semua rumah tangga yang kondisi sanitasinya belum layak bisa mengakses sanitasi layak atau sanitasi yang sehat," harapnya.

Selain peletakan batu pertama SPALD-S, dalam acara itu juga diserahkan bantuan hibah pembangunan SPALD-S kepada 11 KSM peberima manfaat. Di antaranya, KSM Simo Sejahtera Desa Simo, Kecamatan Balerejo. KSM Tawang Maju Desa Tawangrejo, Gemarang. KSM Sehat Sentosa Desa Krandegan, Kebonsari. KSM Mojorejo Desa Mojorejo, Kebonsari. KSM Sanitasi Kenongorejo Desa Kenongorejo, Pilangkenceng. KSM Berkah Jaya Desa Tulung, Saradan. KSM Bakur Sehat Desa Bakur, Sawahan. KSM Mugi Rahayu Desa Joho, Dagangan. KSM Tirta Makmur Desa Sukolilo, Jiwan. KSM Gotong Royong Desa Kuwiran, Kare. KSM Desa Klitik, Wonoasri.

Sementara itu, Hamam Saeroji dari KSM Berkah Jaya Desa Tulung, Kecamatan Saradan mengucapkan terima kasih kepada Bupati Madiun yang telah memberikan bantuan pembangunan sanitasi di desanya.

Karena, selama ini masyarakat di desanya rata-rata belum memiliki sanitasi yang layak. Mulai masih numpang ke tetangga, sanitasi yang tidak sesuai dengan idealnya dan juga ada sebagian warga yang masih dikebun atau disungai.

Hamam Saeroji juga menyampaikan, usai menerima hibah bakal segera mengerjakannya dengan mengacu pada juknis dan teknis. "Termasuk dalam pengelolaan anggaranya pun nanti mengacu pada aturan yang telah disampaikan," pungkasnya. (Adv/jum).