JATIMPOS.CO/TUBAN - Momentum bulan suci ramadan selalu menjadi bulan bermakna penuh berkah. Hampir di sepanjang sudut jalan banyak kita jumpai umat muslim menujunjung tinggi nilai-nilai kesetaraan sebagai manusia. Ada yang sekadar bagi takjil ada pula yang peduli dengan masyarakat kecil.

Dan pada sepekan terakhir mendekati hari raya idul fitri, momen mulia ditunjukkan oleh Sekretaris DPD Partai Golkar Tuban, Suratmin. Pria asal Desa Margorejo, Kecamatan Kerek ini kembali membagikan 1000 lebih paket sembako untuk kaum dhuafa. Jumlah ini dibagikan di sejumlah titik di Kecamatan Kerek, Montong, Merakurak, dan Tuban. Tak cuma itu, untuk menyempurnakan kesucian di bulan penuh berkah ini, pria yang menjabat Ketua Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Tuban juga membagikan santunan yatim piatu.

“Sudah menjadi agenda rutin, setiap tahun di bulan ramadan kami sekeluarga berusaha ikut andil sebagaimana juga dilakukan oleh masyarakat lainnya,” tutur Suratmin di kediamannya.

Sebelum sembako dibagikan, tokoh publik yang akrab disapa Mas Ratmin bersama penerima manfaat turut membacakan doa di rumahnya. Harapan keluarga dan kerabatnya bisa istiqomah menjalankan hal-hal baik yang menjadi tuntunan dan perintah agama. Di sisi lain Mas Ratmin meminta doanya agar bisa bermanfaat dalam menjalankan amanah sebagai wakil rakyat di DPRD Kabupaten Tuban.

Selain itu, pria yang dikenal humble ini menambahkan niatnya membagikan paket sembako karena menyadari bahwa di tengah inflasi harga bahan pokok menjadikannya tergerak untuk ikut andil mengurangi beban masyarakat kecil. Dan di bulan suci ramadan menjadi saat tepat memaknai sebagai bulan penuh kemuliaan dan keberkahan.

Begitu juga soal santunan, kader Golkar yang dikenal dermawan ini memprioritaskan yatim piatu asal Kecamatan Kerek. Kepeduliannya terhadap kaum dhuafa dan yatim piatu seolah sudah menjadi candu. Menurutnya ini bukan soal seberapa banyak tetapi lebih kepada panggilan hati yang diwujudkan dalam bentuk tindakan.

Dirinya berharap bantuannya dapat bermanfaat bagi masyarakat. Konsistensi berbagi ini tak lebih karena meneladani tokoh-tokoh agama yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. (min)