JATIMPOS.CO/MOJOKERTO – Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa menegaskan bahwa kemajuan suatu daerah tidak dapat dipisahkan dari kualitas pendidikan yang dimiliki. Oleh karena itu, keberadaan guru dinilai memiliki peran sentral dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati yang akrab disapa Gus Barra saat menghadiri kegiatan Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII yang diselenggarakan oleh Komunitas Guru Belajar Nusantara Mojokerto di Pendopo Graha Maja Tama, Sabtu (6/6).

Dalam sambutannya, Gus Barra menyampaikan bahwa pembahasan mengenai masa depan Kabupaten Mojokerto sejatinya selalu berkaitan erat dengan dunia pendidikan. Menurutnya, guru merupakan sosok yang berperan besar dalam menentukan arah perkembangan generasi penerus bangsa.

Ia menuturkan, setiap individu umumnya memiliki figur guru yang memberikan pengaruh besar dalam perjalanan hidupnya. Bukan hanya melalui transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga lewat nilai-nilai, motivasi, serta semangat yang ditanamkan kepada para peserta didik.

“Guru memiliki kontribusi yang luar biasa karena dampak pengabdiannya tidak berhenti di ruang kelas. Hasil didikan mereka akan terus terlihat melalui prestasi dan keberhasilan para murid di masa depan,” ujarnya.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Gus Barra menyampaikan apresiasi kepada para pendidik yang selama ini terus menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Komunitas Guru Belajar Nusantara yang dinilai konsisten menghadirkan wadah pembelajaran dan kolaborasi bagi para guru.

Pada kesempatan itu, ia turut menyoroti perkembangan teknologi yang membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan. Menurutnya, kemajuan digital tidak mengurangi peran guru, justru menuntut para pendidik untuk semakin adaptif dalam mendampingi proses belajar peserta didik.

Di tengah derasnya arus informasi, guru dituntut tidak hanya menjadi penyampai materi pelajaran, tetapi juga pembimbing karakter, fasilitator pembelajaran, sekaligus agen perubahan yang mampu menginspirasi siswa.

Gus Barra menegaskan bahwa kualitas generasi mendatang sangat bergantung pada kualitas tenaga pendidik saat ini. Karena itu, peningkatan kompetensi dan kemampuan guru harus terus dilakukan agar mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.

Mengangkat tema “Cita-Cita Kolektif Kewarganegaraan Desa Dunia”, TPN XIII menjadi forum bagi para pendidik untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, serta merumuskan langkah bersama dalam mempersiapkan generasi yang mampu bersaing di tingkat global tanpa meninggalkan nilai-nilai kebangsaan.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik semata, tetapi juga harus mampu melahirkan generasi yang memiliki integritas, kepedulian sosial, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta semangat untuk berkontribusi bagi masyarakat.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat sinergi antarpendidik dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Mojokerto.

“Investasi paling berharga bagi daerah bukan hanya pembangunan fisik, melainkan hadirnya generasi muda yang berkualitas, berintegritas, dan siap membawa Mojokerto menjadi daerah yang lebih maju dan berdaya saing,” tandasnya. (din)