JATIMPOS.CO/KOTA MOJOKERTO - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengimbau agar para kader motivator bersama camat dan lurah se-Kota Kota Mojokerto untuk kembali mengaktifkan bank sampah di masing-masing lingkungan.

“Kota Mojokerto memang bukan daerah yang rawan bencana, tetapi topografinya yang berupa cekungan maka jika ada hujan dengan intensitas yang tinggi bisa mengakibatkan genangan. Jika tidak segera surut akan menjadi potensi timbulnya penyakit,” ujar Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat orientasi lapangan kader motivator kesehatan di Watu Dodol Banyuwangi, Rabu (7/12/2022).

Menurut penuturannya, adanya genangan air akan menimbulkan penyakit terlebih jika ada tumpukan sampah. “Adanya genangan apalagi kalau ada tumpukan sampah, ini yang perlu diwaspadai. Maka saya minta kepada seluruh kader, Pak Camat, Pak Lurah mohon digerakkan kembali bank sampah kita,” tuturnya.

Ning Ita panggilan akrabnya, menambahkan bahwa dengan adanya bank sampah tidak hanya mengurangi masalah sampah yang ada di Kota Mojokerto. Bahkan dengan adanya program Bayar Pajak Pakai Sampah di Kota Mojokerto (Bapak Samerto) ini bisa meringankan beban warga Kota Mojokerto khususnya dalam membayar PBB-P2.

“Bapak samerto itu sebelum pandemi total nilainya yang masuk kas daerah itu sudah mencapai lebih dari seratus juta dalam setahun, begitu pandemi terjadi penurunan sangat drastis. Harapan saya 2023 kita gerakkan gembali bank sampah dan pembayaran pajak pakai sampah bisa kembali normal diatas 100 juta dalam setahun seperti tahun 2019 dan tahun sebelumnya,” harap Ning Ita.

Pada kesempatan ini, Ning Ita juga menyampaikan manfaat dari sampah sebagaimana inovasi Gempa Genting (Segenggam Sampah Gawe Atasi Stunting) dari Kelurahan Prajurit Kulon yang memanfaatkan sampah organik untuk pakan maggot. “Kalau dari rumah tangga sampah sudah dipilah, sampah yang anorganiknya untuk bank sampah dan sampah organiknya untuk pakan maggot Insyaallah sampah-sampah yang masuk TPST, TPA juga akan berkurang,” pungkasnya

Turut hadir mendampingi Ning Ita dalam orientasi lapangan kader motivator kesehatan antara lain Kepala Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, dr. Triastutik Sri Prastini, Sp. A dan Ketua Forum Kota Mojokerto Sehat Supriadi Karima Saiful serta jajaran Forum Banyuwangi Sehat. (din)

 

TERPOPULER

  • Minggu Ini

  • Bulan Ini

  • Semua