JATIMPOS.CO/TUBAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tuban menggelar Gathering Media bersama insan jurnalis dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tuban, Ronggolawe Pers Solidarity (RPS), serta Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Bojonegoro Raya.

Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 6–8 November 2026, di kawasan Tawangmangu, Jawa Tengah. Agenda ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi dan kemitraan antara lembaga legislatif dengan insan pers.

Dalam kesempatannya, Ketua DPRD Tuban, Sugiantoro, mengajak seluruh insan pers untuk terus membangun sinergi dan hubungan kemitraan yang harmonis. Namun, sinergi tersebut harus tetap berjalan seiring dengan independensi pers dalam menjalankan tugas jurnalistik sebagai salah satu pilar demokrasi.

Menurutnya, hubungan baik antara DPRD dan media bukan sekadar membangun komunikasi kelembagaan, tetapi juga harus mampu memberikan kontribusi positif bagi kepentingan masyarakat.

“Sinergi dan kemitraan perlu terus dibangun. Namun, kami berharap insan pers tetap menjalankan tugas dan fungsi jurnalistik secara profesional, kritis, serta independen. Pers memiliki peran penting sebagai pilar demokrasi,” ujarnya.

Ia menambahkan melalui komunikasi yang terbuka dan saling menghargai peran, DPRD dan insan pers dapat bersama-sama mendorong terciptanya penyelenggaraan pemerintahan yang transparan, akuntabel, serta responsif terhadap aspirasi masyarakat.

Sugiantoro juga berharap kegiatan Gathering Media ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial atau pertemuan informal semata. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat keterbukaan informasi, membangun kepercayaan, serta meningkatkan kualitas komunikasi publik terkait tugas dan fungsi DPRD.

Selain agenda silaturahmi dan gathering, kegiatan juga diisi dengan workshop jurnalistik dan diskusi. Hadir sebagai narasumber, Roso Prajoko, mengupas materi mengenai peran media dalam dunia politik.

Dalam pemaparannya, pembahasan diarahkan pada posisi strategis media dalam dinamika politik, terutama dalam menyampaikan informasi kepada publik, membentuk ruang diskusi yang sehat, serta mengawal proses demokrasi melalui pemberitaan yang profesional dan berimbang.

"Wartawan memiliki networking yang beda dengan profesi lainnya, itu modal. Maka modal tersebut harus dioptimalkan untuk membangun sinergi yang lebih produktif,“ terang Mbah Roso sapaan akrabnya.

Mbah Roso mengajak wartawan agar tidak membatasi diri untuk disiplin belajar. Memperluas wawasan menjadi hal mutlak, karena tantangan dunia jurnalistik di tengah perkembangan politik dan derasnya arus informasi.

Workshop tersebut mendapat respons positif dari peserta. Hartono, wartawan TvOne, menilai kegiatan ini menjadi kesempatan berharga bagi insan pers untuk menambah wawasan sekaligus memperkuat komunikasi dengan lembaga legislatif.

Menurutnya, materi workshop mengenai peran media dalam dunia politik relevan dengan tantangan jurnalistik saat ini. Selain mendapatkan perspektif baru, gathering tersebut juga memberikan ruang bagi jurnalis untuk membangun hubungan komunikasi yang lebih terbuka dan produktif.

“Kami berharap jalinan komunikasi ini melahirkan ekosistem informasi yang positif bagi publik,” ungkap Hartono.

Melalui kegiatan bertajuk “Sobat Dewan” ini, gathering media turut dihadiri Wakil Ketua I DPRD Tuban, Miyadi. Kehadiran pimpinan DPRD ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan kelembagaan dengan berbagai organisasi profesi kewartawanan di Kabupaten Tuban. (min)