JATIMPOS.CO/MOJOKERTO – Polres Mojokerto mengajak masyarakat menjaga kerukunan antarumat beragama dan mewaspadai berita bohong atau hoaks melalui kegiatan Minggu Kasih di Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Hosana, Desa Kebonagung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.
Kegiatan tersebut dipimpin Wakapolres Mojokerto Kompol Grandika Indra Waspada, S.I.K., M.I.K., atas penugasan Kapolres Mojokerto AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa, S.H., S.I.K., M.M. Wakapolres didampingi Kapolsek Puri dan Kasihumas Polres Mojokerto.
Minggu Kasih merupakan bagian dari program Polisi Bersama Masyarakat yang bertujuan mempererat komunikasi antara kepolisian dan masyarakat, termasuk lintas agama. Melalui kegiatan ini, warga juga diberi ruang untuk menyampaikan aspirasi dan persoalan di lingkungan mereka.
Dalam dialog bersama jemaat, Wakapolres mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pengamanan ibadah, tetapi juga menjadi sarana mendengarkan keluhan masyarakat dan mencari solusi atas persoalan yang dihadapi warga.
“Melalui Minggu Kasih ini, kami ingin membangun komunikasi yang baik, menyerap aspirasi secara langsung dari masyarakat, serta mencari solusi atas permasalahan yang ada di lingkungan. Kehadiran kami adalah bentuk nyata Polisi Bersama Masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengajak jemaat dan seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, menghormati perbedaan, serta berperan aktif menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif, khususnya di wilayah Kecamatan Puri.
Dalam kesempatan itu, Polres Mojokerto turut menyosialisasikan layanan Call Center 110 Polri. Layanan gratis selama 24 jam tersebut dapat digunakan masyarakat untuk meminta bantuan kepolisian maupun melaporkan kejadian yang membutuhkan penanganan petugas.
Pengurus GPdI Hosana menyambut baik kehadiran jajaran Polres Mojokerto. Pertemuan langsung tersebut dinilai menjadi kesempatan untuk mempererat kemitraan dan membangun kebersamaan dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Menutup kegiatan, Wakapolres mengingatkan jemaat agar bijak bermedia sosial dan tidak mudah percaya maupun menyebarkan hoaks. Masyarakat diimbau memastikan kebenaran informasi sebelum membagikannya kepada orang lain.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melindungi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba, judi online, dan kenakalan remaja. ( din)