JATIMPOS.CO//JOMBANG — Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, telah resmi ditutup Presiden RI Prabowo Subianto. Usai forum tertinggi NU tersebut, keluarga KH Abdul Wahab Hasbullah menyampaikan pesan penting untuk arah NU lima tahun ke depan.

Pesan itu menyoroti dua hal yang dinilai penting: kemandirian ekonomi dan kedekatan NU dengan masyarakat.

Ketua Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, KH Muhammad Hasib Wahab Chasbullah atau Gus Hasib, secara khusus mendorong PBNU memperkuat sektor ekonomi.

Menurutnya, NU tidak cukup hanya kuat dalam bidang pendidikan, pesantren dan dakwah. Organisasi juga membutuhkan basis ekonomi yang sehat agar mampu berdiri secara mandiri.

“Stressing utamanya itu dalam bidang usaha-usaha ekonomi mandiri dari PBNU,” ujar Gus Hasib, Senin (31/8/2026).

Ia berharap berbagai usaha yang dikembangkan PBNU tidak sekadar menjadi simbol organisasi, tetapi benar-benar mampu menghasilkan keuntungan dan menopang kemandirian NU.

“NU harus punya ekonomi mandiri. Usaha-usaha ekonomi yang PBNU ini harusnya menguntungkan,” tegasnya.

Hj Munjidah Wahab, putri KH Abdul Wahab Hasbullah sekaligus mantan Bupati Jombang

Jangan Jauh dari Warga

Pesan berikutnya datang dari Hj Munjidah Wahab, putri KH Abdul Wahab Hasbullah sekaligus mantan Bupati Jombang.

Munjidah mengingatkan agar NU tetap menjaga kedekatannya dengan masyarakat. Menurutnya, kebesaran NU harus sejalan dengan semakin kuatnya kepedulian terhadap warga.

“Saya punya harapan NU ke depan akan makin peduli kepada masyarakat dan kepada warga NU terutama,” ujarnya.

Ia juga meminta berbagai hal baik yang telah berjalan selama ini tetap dipertahankan. Namun, NU juga perlu berani menghadirkan inovasi yang lebih baik sesuai perkembangan zaman.

“Yang sudah baik itu diteruskan, dilestarikan. Mungkin kita ambil inovasi-inovasi baru yang lebih baik lagi,” katanya.

Dua pesan dari keluarga Kiai Wahab tersebut menjadi catatan penting setelah Muktamar ke-35 NU. NU ke depan diharapkan bukan hanya semakin besar secara organisasi, tetapi juga kuat secara ekonomi dan tetap membumi di tengah masyarakat.

Dari Tambakberas, pesan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa kebesaran NU harus bermuara pada kemandirian dan manfaat nyata bagi umat. (her)