JATIMPOS.CO/TRENGGALEK – Warga Desa Karanganyar, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek, bergotong royong membangun Jalan Usaha Tani (JUT) yang menghubungkan sejumlah wilayah di desa setempat, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan tersebut diikuti puluhan warga dari RT 05, RT 06, dan RT 14 yang sejak pagi berkumpul di lokasi pembangunan jalan.
Jalan Usaha Tani tersebut menjadi akses yang digunakan warga, terutama petani, untuk mengangkut hasil pertanian, membawa sarana produksi pertanian, serta menunjang mobilitas antarwilayah di desa.
Selama ini, kondisi jalan masih berupa tanah sehingga cukup sulit dilalui, terutama saat musim hujan.
Sejak pagi hari, warga membawa berbagai peralatan kerja bakti seperti cangkul, sekop, dan angkong (gerobak dorong). Sejumlah warga lainnya turut membantu dengan menyiapkan konsumsi bagi para peserta gotong royong.
Pembangunan jalan dilakukan secara swadaya, mulai dari pembersihan lahan, perataan badan jalan, hingga penataan batu makadam untuk memperkuat permukaan jalan.
Salah seorang ketua RT yang terlibat dalam kegiatan tersebut mengatakan pembangunan jalan diharapkan dapat mempermudah aktivitas warga, khususnya di sektor pertanian.
"Kalau jalannya bagus, ongkos angkut hasil panen seperti ketela, cengkeh, atau hasil tani lainnya pasti bisa lebih murah. Petani jadi tidak kesusahan lagi kalau mau ke sawah atau ke pasar," ujarnya.
Selain mendukung aktivitas pertanian, tersambungnya jalan antarwilayah tersebut juga diharapkan dapat memperlancar aktivitas sosial dan ekonomi warga.
Kepala Desa Karanganyar mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam pembangunan jalan secara swadaya. Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan semangat kebersamaan yang masih terjaga di tengah masyarakat.
Dengan pembangunan Jalan Usaha Tani tersebut, warga berharap akses transportasi menjadi lebih baik sehingga dapat mendukung aktivitas pertanian dan perekonomian masyarakat desa. (ard)