JATIMPOS.CO/SAMPANG- H. Moh. Nuri, warga Kabupaten Sampang mengeluhkan kenaikan drastis tagihan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Trunojoyo yang dilaporkan dari tagihan 300 ribu melonjak menjadi 2 juta rupiah.
"Pada tagihan tiga bulan sebelumnya, yaitu pada Oktober, sampai Desember 2025, kami ada tagihan sekitar 300 ribu, tetapi pada Januari hingga Maret 2026 ini naik menjadi 2 juta lebih, ini tidak wajar", ucapnya dengan nada kesal. (08/05/2026).
H. Nuri menjelaskan, tidak ada perubahan signifikan dalam penggunaan air di rumahnya, sehingga dirinya merasa keberatan atas tagihan yang mengalami kenaikan cukup signifikan dan tidak sesuai pemakaian tersebut.
"Angka pada meter air (speedometer) tercatat meningkat secara tiba-tiba, rata-rata sebelumnya 30 meter menjadi 135 meter, meningkat secara drastis, dari kisaran 300 ribu langsung naik ke 2 juta lebih". Ungkapnya.
Oleh karena itu pihaknya telah melayangkan surat pengaduan dan keberatan atas tagihan PDAM tersebut, agar dilakukan evaluasi koreksi tagihan, dan memberikan penjelasan secara resmi terkait tagihan itu.
Menanggapi persoalan itu. Direktur PDAM Sampang. Arif Amin Tirtana, yang di konfirmasi melalui pesan WhatsApp-nya belum ada jawaban meski ada terlihat centang dua. (dir)
