JATIMPOS.CO/TUBAN – Perempuan berkulit putih berwajah ayu beralis tebal harus mendekam di sel jeruji besi. Hanya mampu merunduk tersimpuh ketika dia diseret petugas karena kasus barang haram yang disebut narkoba.

Umi Fatimah namanya. Perempuan (29)  beranak satu ini kepergok polisi ketika mengedarkan obat terlarang jenis sabu yang distok dari pasuruan. Ia tertangkap petugas saat mengedarkan di wilayah hukum Tuban

Wajah melas dan mata merah seraya menyesali perbuatannya, perempuan asal Desa Bogorejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban nekat menjalankan bisnis terlarang karena butuh uang untuk biaya pengacara. Sebab, suaminya masih menjalani proses hukuman pidana dalam kasus serupa di wilayah Tuban.

“Suami juga ditahan butuh biaya untuk proses hukum,” kata Umi saat pers conference di Mapolres Tuban, Rabu, (26/02/2020).

Umi sempat rela menjual motor untuk belanja barang ini. Uangnya dipakai belanja sabu seberat 13,39 gram dan 20 pil ekstasi. Menjalankan bisnisnya baru berjalan enam bulan.

“Saya belinya berangkat ke Pasuruan,” ungkapya.

Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono menyebut ibu satu anak ini ditangkap di rumahnya. Barang bukti sabu ditemukan di dalam dompet pelaku. Uniknya, saat membeli barang tersebut mendapatkan bonus satu poket ganja seberat 8,66 gram.

“Dari pembelian itu, ia dapat bonus satu poket ganja,” jelas Ruruh.

Dalam kasus itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu poket sabu seberat 13,39 gram, 20 pil ekstasi, dan satu poket ganja 8,66 gram. Serta diamankan satu buah handphone, dompet, dan plastik warna hitam.

Pelaku terancam pasal 114 Undangan-Undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (min)



TERPOPULER