JATIMPOS.CO/SURABAYA – Selisih antara harga pasar dan koperasi adalah keuntungan dan dikembalikan kepada anggotanya. Demikian dikemukakan Wali kota Surabaya Tri Rismaharini saat memberi sambutan dalam pembinaan anggota koperasi di gedung Siola Lt.4, Senin (15/4/2019).



Wali kota Risma menginginkan para pedagang kelontong di berbagai rusun di Surabaya untuk bertekad menjalankan koperasi dengan sungguh-sungguh karena dengan cara itulah nanti Dinas Koperasi akan bisa turun tangan membantu pedagang kulakan. “Di rusun sobo misal ada yang nanya di sini banyak yang jualan bubur, nanti Dinas Koperasi akan carikan tepung terigu yang lebih murah untuk bapak ibu,” kata Risma kepada para pedagang.

Pembentukan koperasi di rusun-rusun ini bertujuan agar distribusi barang dan kebutuhan pokok tidak dikuasai ritel modern saja tetapi warga juga bisa terlibat dalam geliat ekonomi dan mendapatkan keuntungan sebagai penghasilan tambahan.

Risma menasehati bahwa menjadi pengurus koperasi memang akan dibebani tanggung jawab, tetapi itu adalah amanah agar kita bisa menolong sesama selama kita masih hidup. “Pengurus memang harus punya kekuatan untuk mendorong anggotanya, Tuhan pasti akan bantu kalau niat kita tulus,” tutur Risma seraya memuji kemajuan koperasi di Penjaringan Sari omzetnya telah mencapai 160 juta rupiah dari modal awal 18 juta rupiah.

Sementara itu, Don Rosano sebagai mentor pedagang kelontong mengatakan bahwa menjalankan koperasi tidaklah mudah, tetapi bukan berarti tidak bisa. “Bentuk Koperasi dipilih karena satu lidi bisa mudah dipatahkan, tetapi seratus lidi akan solid dan tidak mudah patah,” kata Don.

Kresnayana Yahya sebagai nara sumber mendorong pedagang agar memiliki WA setiap penduduk di rusun. “Pedagang zaman sekarang tidak bisa cuman buka toko terus duduk menunggu pembeli, harus woro-woro, harus bentuk group WA,” kata Kresna.

Ia memberi contoh komunikasi lewat WA akan sangat efektif mempromosikan adanya barang murah di toko koperasi. Harapannya agar orang yang merasa tidak dapat manfaat dari adanya koperasi akan tertarik menjadi pelanggan. “Lambat laun mereka akan merasa diuntungkan dengan kehadiran koperasi dan berpotensi menjadi anggota,” terang Kresna. (fred)