JATIMPOS.CO/SURABAYA - Layanan tanggap darurat Command Center 112 (CC 112) milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mendapat penghargaan dari asosiasi global Contact Center World dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Jumat (29/03/19).



Penghargaan itu diberikan karena CC 112 dinilai sebagai program sukses untuk studi kasus call centerlayanan kedaruratan terbaik. Tidak hanya itu, mereka juga memberikan penghargaan kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebagai pemimpin terbaik dalam layanan publik pusat kontak.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengucapkan ribuan terima kasih kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Contact Center World atas terpilihnya layanan tanggap darurat CC 112 sebagai layanan kedaruratan tercepat. “Terima kasih atas penghargaan yang diberikan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Contact Center World, yang memberikan penghargaan kepada kota dan saya pribadi,” kata Wali Kota Risma.

Ia menjelaskan ide awal pembuatan layanan tanggap darurat 112 tersebut, dimulai ketika salah satu warga mengalami kebakaran, namun warga itu mengalami kesulitan untuk meminta bantuan. Karena, pada saat itu nomer Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) Surabaya terlalu panjang. “Karena itu, saya membuat program yang nomernya mudah diingat (112) untuk menolong warga,” ujarnya.

Direktur Pengembangan Pita Lebar Kominfo, Benyamin Sura mengapresiasi penuh atas kinerja Wali Kota Risma dalam program layanan tanggap darurat CC 112. Ia menilai, layanan tanggap darurat Command Center 112 milik Pemkot Surabaya sangat tepat dan cepat.  “Kami sangat sepakat bahwa Surabaya ini mendapat predikat terbaik. Pelayanan memang disiapkan untuk melayani masyarakat secara prima. Terbukti dari respon time kepada masyarakat sangat cepat yakni tujuh menit. Artinya kecepatan itu sangat maksimal,” kata Benyamin bersama rombongan asosiasi saat berkunjung di ruang kendali CC Room 112 Siola, Jum’at, (29/03/19).

Menurutnya, pelayanan semacam ini sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Sebab jika di kota lain, respon time layanan tanggap darurat kuranglebih sekitar 10 sampai 15 menit. Namun di Surabaya, respon time mampu mencapai 7 menit. “Dibanding dengan kota lain, yang respon time nya sekitar 10 sampai 15 menit, Wali Kota Surabaya mampu menekan itu,” terangnya.

Benyamin juga menerangkan bahwa kunjungannya bersama rombongan asosiasi yang berjumlah sekitar 100 anggota perwakilan Pemerintah Daerah se Pulau Jawa itu, bertujuan agar mereka bisa mengetahui dan mempelajari bagaimana Pemkot Surabaya mengelola layanan tanggap darurat 112. “Sekaligus saya berharap saat kembali nanti, mereka dapat mengimplementasikan dengan cara seperti ini,” katanya.

Ia menambahkan pihaknya akan terus memfasilitasi dengan memberi pelayanan, agar semua masyarakat dapat dengan mudah terhubung dengan layanan 112 di semua ponsel. “Semua provider agar dapat menghubungi CC 112 bebas biaya, dan ini juga sudah diatur dalam undang-undang,” tutupnya. (fred)