JATIMPOS.CO//SURABAYA - Tugas Kepala Daerah adalah meningkatkan potensi wilayah masing-masing agar mampu bersaing di era globalisasi. Demikian dikemukakan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pada Rapat Koordinasi Komisariat Wilayah IV (RAKOR KOMWIL IV) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ke 15 di Hotel JW Marriot Surabaya, Sabtu (23/3/2019). 

Tema yang diusung adalah Penguatan Peran Pemerintah Kota Terhadap Implementasi Kebijakan Pemerintah. Wali kota Risma menyampaikan terima kasih karena telah menjadikan Kota Surabaya sebagai tuan rumah. Tak lupa, ia juga mengajak peserta ASPEKSI untuk bergabung dalam kemeriahan acara Perayaan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-726.

Walikota juga menyampaikan, bahwa persaingan ke depan bukan hanya antar kota di Indonesia. Melainkan persaingan global, yang berarti antar kota di seluruh dunia. Nantinya, dunia akan menyambut era globalisasi keterbukaan publik tahun 2025. Karena itu, ia berpesan kepada para peserta, agar mengambil langkah-langkah insiatif untuk meningkatkan potensi wilayah agar bisa bersaing dengan dunia global.

“Saya ingin menyampaikan di forum yang berbahagia ini, kita akan jadi orang yang rugi kalau hari ini sama seperti hari kemarin, kalau hari esok sama seperti hari ini,” pesan wali kota perempuan pertama di Surabaya itu.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Pusat APEKSI dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wali Kota Kupang Jefirstson R. Riwu Kore mengatakan, pemerintah daerah adalah unsur paling penting untuk menciptakan tata kelola. Sejalan dengan hal itu, pihaknya berharap kepada para pemimpin daerah bisa saling bersinergi dan berkolaborasi antar pemerintah, swasta dan masyarakat. “Kebijakan yang dikeluarkan pemerintah harus mengutamakan prinsip-prinsip transparasi, partisipasi, pemberdayaan hukum, dan keadilan, efektif,” kata dia.

Menghadapi persaingan ke depan, lanjut dia, pemerintah harus mengambil langkah-langkah insiatif yang mengarahkan sumber daya dan upaya untuk meningkatkan daya saing serta kapasitas dan kapabilitas.  Langkah awal yang diperlukan adalah pemetaan kemampuan daerah, selanjutnya penentuan prioritas, mengingat keterbatasan sumber daya yang dimiliki. “Oleh sebab itu, singkronisasi, harmonisasi, sangat diperlukan,” jelasnya. (fred)