JATIMPOS.CO/LAMONGAN – Di tengah pandemi Covid-19 penggunaan teknologi digital tak bisa dihindarkan lagi bagi dunia pendidikan saat ini. Maka peran guru harus betul-betul memaksa dirinya agar bisa beradaptasi dengan kebiasaan baru.


Hal ini seperti diungkapkan Ketua PGRI Kabupaten Lamongan Drs Rahardjo, M.Pd saat menyapa guru secara virtual. Acara kerjasama antara PGRI Kabupaten Lamongan bersama Universitas PGRI Adi Buana Kampus Lamongan, Sabtu (11/07/2020).

Kegiatan yang juga disiarkan secara live streaming melalui channel youtube dan facebook tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Lamongan, Ketua Dewan Pendidikan Lamongan dan Cabang Dinas Pendidikan Jatim di Lamongan.

"Ditengah Pandemi Covid-19 saat ini, peran guru lebih dimaksimalkan. Untuk itu guru harus mau terus belajar khususnya penggunaan teknologi digital," kata Drs. Rahardjo, M.Pd.

Kepala Dinas Pendidikan Lamongan Drs. Adi Suwito, M.Pd., menyampaikan kalau tahun ajaran baru dimulai tanggal 13 Juli 2020. Namun demikian, tanggal tersebut tidak lantas dimaknai sebagai sekolah mulai masuk tanggal tersebut.

“Tahun pelajaran barunya sudah di tetapkan, namun kegiatan pembelajarannya tidak harus tatap muka, bisa melalui daring,” ungkapnya.

Suwito juga mengatakan, kalaupun ada sekolah yang mulai masuk, harus menerapkan protokol kesehatan. Seperti jaga jarak, cuci tangan, menggunakan masker dan termasuk pembatasan jumlah siswa yang masuk kelas.

Hal senada juga disampaikan Plt. Kepala Kemenag Lamongan Drs. H. Sunhaji, M.Ag., juga menghimbau kepada guru madrasah agar mentaati tata aturan yang harus dijalankan selama pembelajaran di masa pandemi ini.

Dirinya juga menegaskan terkait sudah adanya himbauan agar madrasah tidak diperbolehkan memasukkan siswanya sebelum ada izin dari instansi terkait.

“Kegiatan pembelajaran bisa dilakukan, misalnya dengan menggunakan aplikasi digital,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama Dra. Lis Nukminatin, M.Pd. perwakilan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur di Lamongan menyarankan agar di masa pandemi ini para guru menerapkan pembelajaran jarak jauh.

“Namun tidak hanya terpaku pada pembelajaran online, bisa dengan cara offline maupun campuran keduanya,” tandasnya.

Dr Fathurrahman, M.Pd, Ketua Dewan Pendidikan menambahkan bahwa harus ada pergeseran paradigma dari yang hanya menuntaskan materi kurikulum, diarahkan bagaimana kompetensi siswa bisa lebih diakomodir sesuai dengan potensi anak.

Sementara itu, Drs. Hadi Suistyono, M.Pd, guru dari Kedungpring merasa kesulitan saat sekolah di larang masuk namun pembelajaran virtual belum bisa terlaksana dengan baik.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Drs. Yusuf Kholis, M.Pd., guru dari sambeng pihaknya mengeluhkan tentang kondisi geografis wilayahnya yang agak sulit diakses internet, bahkan untuk sinyal handphone juga agak sulit. Sehingga perlu adanya perhatian agar wilayahnya mereka bisa juga menerapkan pembelajaran virtual.

"Untuk akses internet di wilayah kami agak sulit mungkin dari pemerintah setempat bisa memberikan akses sehingga bisa memudahkan proses pembelajaran virtual seperti yang diharapkan," tandasnya. (bis)


TERPOPULER