ATIMPOS.CO//SAMPANG- Momentum Hari Guru Nasional yang jatuh setiap tanggal 25 November 2019, Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang terkesan tidak ada sambutan serius dan berarti, khususnya GTT karena kesejahteraannya memprihatinkan.

Hal ini dibuktikan dengan data dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, melalui kepala bidang Tekhnik Pendidikan (Kabid Tendik), Hj. Hari Agustin saat ditemui di ruang kerjanya.

Dijelaskan Hj. Titin panggilan akrabnya, saat ini Kebutuhan Guru pengajar khususnya Guru Aparatur Sipil Negara (ASN) sekitar 2600 guru, hal tersebut sesuai data Guru Tidak Tetap (GTT) yang terdata di Kantor Dinas Pendidikan Sampang, jelasnya.

Hj. Titin juga mengaku prihatin dengan kesejahteraan GTT tersebut, dimana kinerjanya sangat membantu Guru ASN untuk mencerdaskan anak bangsa, namun setiap bulan hanya mendapat honor sebesar 350 ribu dari Pemerintah Sampang.

Untuk itu, pihaknya berharap setiap perekrutan CPNS, formasi kebutuhan guru bisa di utamakan sebanyak -banyaknya, harap Hj. Titin.

Ditambahkan Titin, saat ini jumlah Sekolah Dasar (SD) di Sampang mencapai 537 Sekolah, sementara Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) sebanyak 279, artinya Jumlah guru yang dibutuhkan setiap sekolah sedikitnya 3 sampai 5 guru pengajar ASN dengan jumlah 2600 lebih guru ASN Se -Kab. Sampang.

Sisi lain, Hj. Titin juga berharap peran Dewan Pendidikan di Sampang agar bisa lebih aktif dalam mengawal Pembangunan dunia Pendidikan di Sampang, khususnya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) agar lebih baik, harapnya.

Sementara Dewan Pendidikan di Sampang, saat akan di mintai tanggapannya, sering tidak ada di Kantornya Jalan Wijaya Kusuma Sampang.

Sehingga persepsi publik terhadap peran Dewan Pendidikan periode saat ini semakin negative, kurang bermanfaat, dan terkesan tidak bisa bekerja membangun Pendidikan di Sampang, Karena di duga banyak tidak paham tugas pokok dan fungsinya, sehingga sering lalai akan tanggung jawabnya. (dir)


TERPOPULER