JATIMPOS.CO//MALANG-Untuk memberikan pemahaman dan pembekalan teknis juru pelihara dalam pemanfatan potensi cagar budaya, maka Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jatim melalui Bidang Cagar Budaya dan Sejarah (CBS) menyelenggarakan Kegiatan Peningkatan Kemampuan Teknis Juru Pelihara Cagar Budaya Tahun 2019. Kegitan berlangsung di Hotel Ollino Garden Malang, tanggal 20 sampai 21 Maret 2019.

 “Juga membekali prosedur dan tata cara pelestarian cagar budaya dalam menjaga dan merawat cagar budaya, serta mempersiapkan juru pelihara yang mumpuni dan handal dalam menjalankan tugas dan kewajibannya,” ujar Dra. Endang Prasanti, MM, Kepala Bidang Cagar Budaya dan Sejarah Disbudpar Provinsi Jatim.

Peserta kegiatan ini seluruhnya berjumlah 120 (Seratus Dua Puluh) orang juru pelihara perwakilan dari kabupaten/kota di Jawa Timur. Menghadirkan narasumber dari: .Motivator dengan materi 1. Peningkatan Motivasi Kinerja Juru Pelihara Cagar Budaya.  2. Peningkatan Kemampuan Komunikasi Juru Pelihara Cagar Budaya. 3. Pelestari Budaya. Dan Materi Upaya Pemanfaatan Potensi Cagar Budaya.

“Hasil yang diharapkan dari kegiatan peningkatan kemampuan teknis juru pelihara cagar budaya Jawa Timur tahun 2019 adalah terwujudnya pelestarian cagar budaya secara optimal sesuai dengan amanah perundangan yang berlaku,” ujarnya.

Meningkatnya wawasan dan kemampuan juru pelihara cagar budaya sebagai ujung tombak pelestarian. Dan Meningkatnya standar kompetensi juru pelihara cagar budaya yang mumpuni dan handal.

 “Juru pelihara merupakan kunci utama sekaligus ujung tombak dalam upaya pelestarian cagar budaya. Setiap juru pelihara dituntut untuk memahami tata cara pengamanan dan perawatan cagar budaya yang menjadi tanggung jawabnya,” kata Endang Prasati. 

Adapun rangkaian kegiatan ini meliputi penyampaian materi terkait dengan motivasi kinerja juru pelihara untuk mempersiapkan dan membekali juru pelihara dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya menjaga dan merawat cagar budaya. selain itu, dengan mempersiapkan juru pelihara yang mumpuni dan handal  diharapkan dapat bertindak tepat dan cekatan dalam menghadapi dan menyelesaikan kendala-kendala di lapangan terkait keberadaan cagar budaya.

Selain materi motivasi peserta juga mendapatkan materi tentang upaya upaya pemanfaatan potensi cagar budaya untuk destinasi wisata dari nara sumber pelaku pelestari budaya. 

 

11.333 Potensi Cagar Budaya 

Sementara itu Kepala Disbudpar Jatim Sinarto, S.Kar, MM dalam amanat tertulis pada kesempatan itu mengemukakan, Keberadaan cagar budaya yang ada di Kabupaten/Kota di Jawa Timur, menuntut perhatian kita untuk mendapatkan prioritas, dalam rangka mewujudkan pelestariannya seperti yang diamanatkan Undang-Undang cagar budaya.

Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, jumlah potensi cagar budaya yang ada mencapai 11.333 buah, yang tersebar di 38 Kabupaten/Kota. 

Dari jumlah tersebut sekitar 1.484 cagar budaya telah diupayakan pelestariannya melalui penempatan juru pelihara. Dari data tersebut  beberapa diantaranya telah ditetapkan sebagai cagar budaya peringkat Kabupaten/Kota, Cagar Budaya Peringkat Provinsi, maupun Cagar Budaya Peringkat Nasional.

“Upaya melestarikan cagar budaya tidak hanya sebatas pada aspek pelindungandan perawatan saja. Namun berdasarkan amanat Undang-Undang No 11 Tahun 2010 disebutkan bahwa pelestarian terdiri dari tiga unsur pokok yaitu Pelindungan, Pengembangan, dan Pemanfaatan secara berimbang dan selaras,” ujar Sinarto.

Menurutnya, paradigma pelestarian cagar budaya  saat ini, ditekankan pada peran aktif dan keterlibatan berbagai pihak, mulai  dari Pusat sampai dengan daerah, bahkan juga dengan masyarakat di sekitar cagar budaya.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur selaku instansi yang berwenang dalam upaya pelestarian cagar budaya telah mengangkat dan menempatkan Juru Pelihara Honorer sebanyak 240 orang. Hal tersebut tentu saja belum sebanding dengan jumlah cagar budaya yang ada, sehingga menyebabkan banyak potensi cagar budaya di beberapa daerah Kabupaten/Kota belum mendapatkan perhatian secara optimal.

Sedangkan pada sisi lain kondisi Cagar Budaya yang berada di lokasi  terus mengalami degradasi baik dari segi kualitas maupun kwantitas. Keadaan  ini tentunya membuat kita bekerja lebih serius lagi dalam upaya mewujudkan pelestariannya.

“Harapan kami dengan diselenggarakannya kegiatan ini dapat semakin meningkatkan kemampuan Teknis Juru Pelihara Cagar Budaya yang ada di seluruh wilayah Jawa Timur,” kata Sinarto, S.Kar, MM.

Selain itu kami juga berharap bahwa seluruh Juru Pelihara akan mampu melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dalam  memelihara, menjaga keamanan dan keselamatan cagar budaya agar tidak hilang, hancur, rusak dan musnah. Sehingga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. (yon)