JATIMPOS.CO/TUBAN – Koordinator Project Trans Pacific Petrocheumical Indotama (TPPI) Olefin Complex Budi Anggoro menyampaikan proyek yang memproduksi aromaterapi dan olefin nilai investasinya Rp 50 triliun. Proyek ini salah satu program strategis nasional.

Hal ini kemukakannya di hadapan Bupati Tuban Fathul Huda dan jajarannya dalam pertemuan terbatas di kantor Bupati Selasa, (04/08). Sekaligus ini menindaklanjuti instruksi Presiden Joko Widodo yang mengharapkan projek dapat selesai dalam waktu 3 tahun.

Budi Anggoro memaparkan proyek TPPI Olefin Complex akan menggunakan lahan seluas 100-120 hektar di area PT TPPI. Pembangunan proyek dimulai Desember 2021-Maret 2024 yang selanjutnya berproduksi mulai April 2024. Saat ini masih pada tahapan perencanaan pembangunan.  

“Harapannya, Pemkab Tuban ikut mengawal pembangunan proyek  TPPI Olefin Complex ini,” jelasnya.

Dia menyebut tujuan pembangunan Olefin Complex TPPI untuk mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor strategis ekonomi domestik dan menggerakkan  industri hilir. Selain itu juga menghemat devisa Negara sebab selama ini kebutuhan atas olefin kita masih impor.

“Nanti sedikitnya  juga mampu menyerap tenaga kerja lokal kurang lebih 10 ribu orang saat proses kontruksi,” sambungnya.

Menanggapi pemaparan ini, Bupati Tuban Fathul Huda meminta Pertamina melakukan sosialisasi dengan baik sehingga keberadaan pembangunan dapat diketahui progressnya guna menghindari kesalahpahaman.

“Harapannya, proyek ini dapat berjalan lancar serta mampu membawa manfaat dan meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat Tuban,” kata Huda.

Disamping itu, lanjut dia, perusahaan dapat menyampaikan kebutuhan tenaga kerja mencakup apa saja melalui Dinas terkait. Dengan demikian, Pemkab Tuban dapat mendukung upaya penyiapan tenaga kerja, khususnya kelompok pemuda, untuk mempersiapkan diri dan meningkatkan kompetensi diri masing-masing.

“Bila perlu, TPPI dapat menyediakan sekolah maupun beasiswa khusus bagi pemuda Tuban kaitannya industri minyak,” sambungnya.

Dia berpesan agar masyarakat secara berkala diberikan pemahaman, agar kepercayaan tetap terjaga. Sosialisasi  dapat melibatkan pemerintah, masyarakat, LSM, maupun elemen lainnya. (min)

 

 

 

 

 


TERPOPULER