JATIMPOS.CO/KABUPATEN MOJOKERTO - Dukungan semangat untuk Paslon Cabup – Cawabup Mojokerto dr Ikfina Fatmawati – Muhamad Al Barra, LC.MHum (IKBAR) yang bakal ikut kontestasi Pilkada Serentak 2020 terus mengalir. Di tingkat birokrasi paling bawah RT/RW beberapa bulan lalu sudah menyatakan dukungannya, Kali ini dukungan datang dari para mantan Lurah (Kades) Kabupaten Mojokerto.

Pernyataan dukungan tersebut disampaikan puluhan mantan lurah Kabupaten Mojokerto usai ikuti acara doa bersama para tokoh masyarakat dan mantan lurah Kabupaten Mojokerto dalam rangka memotong mata rantai penyebaran Covid 19, di Gues House Institut KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto, Sabtu (11/7/2020).

Usai acara Doa Bersama, Prof KH Asep Syaifudin Chalim, MA kepada jatimpos.co mengatakan, yang datang ikuti acara doa bersama untuk memotong mata rantai Covid 19, adalah para tokoh masyarakat dan pentolan mantan Kepala desa, itu pun tidak ada undangan resmi. Mereka sendiri yang inisiatif datang untuk berdoa bersama membaca Istighotsah dan memberikan dukungan pada Paslon IKBAR. “Tujuan acara ini adalah berdoa untuk momotong rantai Covid 19, demi kepentingan Regional, Kepentingan Nasional dan Kepentingan Kabupaten Mojokerto agar terbebas dari kesengsaraan Covid 19,” ujarnya.

Masih kata Kyai Asep panggilan akrabnya, selama ini hampir 280 kades bahkan semua sudah mengenal Paslon IKBAR, dan merapat sendiri ke IKBAR. Kalangan Kades, RT/RW dan Linmas, ibarat Amil Zakat yang tidak dapat bagian, Amil (panitia zakat) kan berhak menerima zakat. ”Mereka perlu kita bantu untuk meringankan bebannya,” ucap kyai Asep sambil tersenyum.

Pengasuh Ponpes Amanatul ummah Pacet Mojokerto ini juga menjelaskan, kami terus berbagi menolong sesama, bergerak ke desa – desa, kampung – kampung menyisir, mendatangi penduduk yang perlu dibantu, sambil mencari inspirasi, menyerap aspirasi dan membaca medan.

”Kami  terus menyisir kampung penduduk, apabila ada rumah tidak layak huni, penduduk yang miskin yang perlu bantuan, ya kita bantu untuk meringankan,“ ungkapnya.

KH. Asep Saifudin yang juga ketum PERGUNU Indonesia ini, menceritakan kebijaksanaan pemimpin, peduli pemimpin terhadap rakyatnya, memakmurkan rakyatnya , seperti jaman dahulu ada pemimpin yang namanya Umar bin Abdul Aziz, memimpin selama 2,5 tahun.  Namun bisa membawa rakyatnya makmur, berhasil mengentas kemiskinan, yakni dengan cara  mewajibkan rakyatnya untuk membayar zakat.

”Tahun pertama memimpin wajibkan rakyatnya bayar zakat, di tahun kedua berhasil, tidak ada penduduk miskin, tidak ada pemuda yang tidak punya rumah, tidak ada pemuda yang tidak bisa menikah, tidak ada orang yang punya hutang, itu semua terpenuhi dari mengelola zakat dari penduduk, semoga bisa ditiru Paslon IKBAR,” paparnya.

Sementara itu Muhammad Al Barra, LC.Mhum pada wartawan mengatakan, ya bersyukur terus mendapat dukungan dari berbagai kalangan masyarakat Mojokerto. Hari ini kami pengurus Amanatul ummah menggelar acara Doa bersama untuk memotong mata rantai Covid 19, dihadiri mantan kades ada juga kades yang masih aktif. Mereka sukarela datang sendiri sambil beri dukungan untuk Paslon IKBAR. “Dukungan para mantan Kades maupun kades aktif Kabupaten Mojokerto itu inisiatif mereka sendiri, tidak ada settingan, wong kita diam, mereka yang nyatakan dukungan,” ucapnya.

Gus Barra panggilan akrabnya juga menjelaskan, awalnya saya tidak ada niatan maju Cawabup , akhirnya perjalanan waktu  siap maju, mungkin dukungan mereka dipengaruhi oleh beberapa faktor sehingga mereka rela bantu dengan suka rela. “Mereka bantu kami suka rela, mungkin karena melihat investasi sosial kami selama ini,” terangnya.

Alumni Universitas Al ahzar Mesir ini juga menyampaikan, para tokoh Masyarakat dan para mantan Kades Kabupaten Mojokerto  yang hadir acara Doa bersama, seketikar 80 orang mewakili mantan kades, siap mendukung IKBAR, Bersama IKBAR dan memenangkan IKBAR,” Mereka merasa bahwa pembangunan Kabupaten Mojokerto itu berjalan di era Kepemimpinan Bupati Mustofa Kamal, dan sosok Paslon IKBAR akan melengkapi atau menyempurnakan," pungkasnya. (din)


TERPOPULER