JATIMPOS.CO/TUBAN – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Keluarga Berencana (Dispemas KB) Kabupaten Tuban layaknya macan ompong yang lesu tak berdaya. Pasalnya program internet masuk desa yang digagasnya terseok-terseok.


Internet Icon Plus yang digadang-gadang mampu membawa angin segar, nyatanya problem internet sampai triwulan akhir 2019 tak kunjung dibenahi. Terkesan Project Failed alias gagal total. Kewajiban pembayaran Rp 2.000.000 perbulan tak sebanding dengan hak (pelayanan) yang diterima yakni speed Download 2MB dedicated dan Upload 2MB dedicated (2 : 2).

Karena permasalahan tersebut, tak sedikit desa memasang provider ganda yakni juga memakai jaringan dari Telkom Indiehome dengan asumsi tagihan bulanan Rp 500.000.

“Internet dari icon plus arahan dari Dispemas masih sangat belum optimal, dan tidak quick respon ketika trouble,” ungkap kecewa salah satu perangkat desa yang tidak mau disebutkan namanya.

Menanggapi hal ini Kepala Dispemas Tuban melalui Kabid Pemberdayaan, Anto Wahyudi mengatakan sejauh ini keluhan tersebut sudah sampai di telinga Dispemas. Tegas dikatakannya bila kewajiban sudah dipenuhi dan hak tidak diterima secara full, maka desa diperbolehkan untuk memutuskan kerjasama dengan pihak provider Icon Plus milik PLN.

“Desa-desa yang bertanya sudah kami sampaikan, kalau memang pelayanan tidak sesuai harapan dihentikan saja,” tulis Anto melalui pesan singkat.

Desa, lanjut Anto, berhak menerima layanan sebaik-baiknya sesuai dengan kewajiban yang dikeluarkan. Sedangkan penyedia wajib memberikan pelayanan sesuai yang dijanjikan.

“Kalau tidak ketemu ya dihentikan saja nggak apa-apa,”  kata Anto yang juga Sekretaris Pribadi Bupati ini.

Diketahui kebijakan Dispemas KB dalam meluncurkan Internet Desa yang dianggarkan dari Dana Desa (DD) ini diharapkan mampu menjangkau jaringan dipelbagai pelosok desa di Kabupaten Tuban. Serta diperhitungkan mampu menjawab kecepatan browsing.

Selanjutnya dengan menggunakan jaringan internet Icon Plus, Dispemas dengan Diskominfo Tuban akan mengembangkan aplikasi desa. Yakni desa bisa memakai aplikasi secara gratis. Aplikasi berbasis online ini wajib dipakai. Pengajuan pencairan yang via manual akan ditolak. Harus by system, sebab Aplikasi berbasis Web, sehingga mutlak memerlukan bandwidth internetnya.

Namun faktanya sampai pada semester triwulan akhir 2019 baik internet icon plus dan website desa masih belum bisa maksimal peruntukannya. (min)


TERPOPULER