JATIMPOS.CO/MADIUN – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kantor Cabang Madiun telah membayarkan dana kapitasi dan tagihan klaim sebesar Rp. 146 miliar. Pembayaran tersebut untuk melunasi tagihan klaim di 240 FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama) dan 22 FKRTL (Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut) sepanjang bulan April 2019.

Sementara itu, BPJS Kesehatan pusat telah menggelontorkan dana sebesar Rp. 11 triliun untuk membayar hutang klaim jatuh tempo BPJS Kesehatan kepada rumah sakit. Selain itu BPJS Kesehatan juga telah membayar senilai Rp. 1,1 triliun dalam bentuk dana kapitasi kepada FKTP.

“ Dari dana yang digelontorkan itu, salah satunya untuk pelunasan dana kapitasi dan tagihan klaim di Kantor Cabang Madiun senilai Rp.146 miliar, “ jelas Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Madiun, Tarmuji dalam Pers Rilis yang digelar di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Madiun, Selasa (16/4/2019).

Menurutnya, tagihan klaim rumah sakit yang lolos verifikasi dan sudah jatuh tempo akan dibayar BPJS Kesehatan dengan sistim first in firs out. Pembayaran dilakukan sesuai dengan urutan pengajuan dengan berkas secara lengkap.

Lebih lanjut, dia katakan setiap tanggal 15 merupakan tanggal pembayaran kapitasi untuk FKTP. Oleh karena itu, ada kemungkinan pembayaran non kapitasi dan tagihan rumah sakit dibayarkan BPJS Kesehatan pada hari berikutnya. Hal ini merupakan mekanisme pembayaran yang rutin dilakukan setiap bulan oleh BPJS Kesehatan.

“ Dengan dibayarnya hutang klaim jatuh tempo oleh BPJS Kesehatan ini, diharapkan pihak fasilitas kesehatan juga bisa melakukan kewajibannya sesuai dengan yang tertuang dalam regulasi. Rumah sakit juga diharapkan bisa lebih optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada para pasien JKN – KIS atau pengguna BPJS Kesehatan ini, “ pungkasnya. (jum).