JATIMPOS.CO/TRENGGALEK - Ruang rawat inap ‘Nusa Indah ‘ di RSUD dr Soedomo Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur merupakan ruangan khusus bagi pasien jiwa. Tentunya RS ini juga  siap menampung para calon anggota legislatif (caleg) yang tidak beruntung sehingga harus mengalami depresi berat.



Selain memfasilitasi rawat inap, Rumah Sakit milik pemerintah yang berbintang lima ini juga membuka Poli Jiwa yang saban harinya bisa menerima ratusan pasien untuk berobat.

Sudjiono, Humas RSUD dr Soedomo Trenggalek mengatakan, poli dan rawat inap khusus pasien jiwa telah dibuka sejak tahun 2017 serta telah banyak mengalami renovasi bangunan agar bisa melayani dengan prima.

“Untuk pelayanan poli tempatnya di depan bersama dengan ruang poli-poli yang lain,”ucapnya, Senin,(15/4) di Trenggalek.
Sedangkan, untuk ruangan rawat inap pihaknya menyediakan gedung berukuran 9 x14 meter dengan 4 kamar pasien yang berisikan 7 tempat tidurnya berada di bagian belakang.

“Ruangan Nusa Indah ini kini sudah mampu menampung maksimal tujuh sampai sepuluh orang pasien,” imbuhnya.

Dikatakan Jiono panggilan akrabnya, tenaga medis pendukung poli jiwa di RSUD dr Soedomo telah dilengkapi tenaga dokter spesialis jiwa 1 orang, dokter umum 1 orang serta tenaga perwata berjumlah 11 orang. “Mereka on time 1x 24 jam melayani pasien khusus jiwa ini,” tuturnya.

Dia juga menambahkan, proses penyediaan khusus penyakit jiwa di RS nya dipandang perlu karena kebutuhan masyarakat di Trenggalek dan kabupaten tetangga sangat tinggi. Mengingat jarak tempuh pelayanan pasien jiwa sangat jauh jika harus ke RS Jiwa Lawang Malang dan Menur Surabaya.

“Banyak juga pasien luar Trenggalek yang berobat di sini karena tidak semuanya RS di daerah yang memiliki  layanan ini,” tambahnya.

Maka itu, disinggung tentang kesiapannya bilamana nantinya harus ada calon Aleg yang membutuhkan perawatan disebabkan depresi hasil pemilu, pihaknya menyatakan kesiapannya dan akan memberikan layanan yang maksimal. “Tugas kita melayani masyarakat, siapapun tanpa membedakan golongan dan status sosialnya,” tandasnya.

Mengenai fasilitas ruangan rawat inap yang dipagar besi dengan ketinggian sekitar 4 meter, Jiono menegaskan hal itu sudah sesuai dengan standar bangunan dan Standar Operasional (SOP) yang diberlakukan.

“Pagar itu memang sudah sesuai standar keamanan agar kita mudah mengontrol keberadaan serta aktifitas mereka,”tegasnya.
Malahan, masing –masing kamar juga telah tersekat dengan pintu berbahan besi yang sekaligus berfungsi sebagai pagar sehingga bisa melokalisir apabila terjadi sesuatu hal, misal pasien mengamuk. “Jadi ada kelengkapan pagar pembatas dari tiap dua ruangan yang berhadapan,” jelasnya.

Selain itu untuk membuat rileks pasien agar tidak mengalami kejenuhan serta cepat memulihkan kejiwaannya, RSUD dr Soedomo melalui poli jiwa ini telah menyediakan arena bermain tenis meja dan badminton.

“Arena olahraga itu agar mereka cepat melupakan masalahnya dan terbiasa berinteraksi dengan kawan-kawannya yang lain hingga fungsi sosialnya akan muncul kembali,” tukasnya.

Jiono berharap jika nantinya ada pengembangan di bidang layanan kejiwaan karena berbagai sudut pandang tentang kondisi wilayah Trenggalek yang tenang membuat penyembuhan jiwa bagi pasien lebih cepat.

“Trenggalek ini daerah yang tenang, jadi representatif jika menjadi alternatif pengembangan RS jiwa di Jawa Timur,” pungkasnya. (ham)