JATIMPOS.CO/KABUPATEN MOJOKERTO - Memasuki hari ke-9 KPK berada di wilayah Kabupaten Mojokerto untuk melakukan penyidikan kasus tindak pidana pencucian uang dengan tersangka Bupati Non Aktif Mustofa Kamal Pasa.



Komisi anti rasuah tersebut memanggil Wabup Mojokerto Pungkasiadi SH, untuk diperiksa di gedung lantai dua Aula wira pratama Mapolres Mojokerto Kota, Rabu (27/3).

Pemeriksaan Wabup Mojokerto Pungkasiadi berlangsung sekitar 6 jam mulai pukul 10.11 WIB hingga 16.00 WIB. Pemeriksaan seputar pengembangan perkara tindak pidana pencucian uang yang melibatkan Bupati Mojokerto non aktif H.Mustofa Kamal Pasa.

Ada sekitar 18 pertanyaan yang diajukan oleh KPK terhadap Wabup Mojokerto Pungkasiadi. Seperti soal kesehatan, hingga hubungan kerja dengan Bupati MKP,” kata Wabup.

Masih kata Wabup Pungkasiadi, tidak banyak penjelasan dari saya untuk Pemeriksaan tadi soalnya yang disorot KPK Aset MKP periode 2010-2015. Sedangkan saya periode itu masih belum menjabat Wabup, pekerjaan saya masih jadi pengusaha gula.

”Ini tadi saya di panggil KPK ngelanjutno kasuse bapak ( iya saya diperiksa meneruskan kasusnya Bupati Mustofa Kamal Pasa terkait TPPU, “ ujarnya.

Di hari Kesembilan ini selain Wabup Mojokerto, tampak sejumlah Pejabat OPD Pemda Mojokerto juga penuhi panggilan KPK di Mapolres Mojokerto Kota. Diantaranya, Kepala DLH. Zainul Arifin, Kadis Pertanian. Sulistyowati Kepala inspektorat Bambang wahyuadi.
 
Perlu diketahui sejak hari pertama, sejak 19 maret 2019 hingga hari ke sembilan (27 Maret 2019) penyidik KPK dalam melakukan penyidikan sejumlah pejabat Kabupaten Mojokerto telah menyita 3 buah kendaraan mobil mewah. Namun belum diketahui pemilik sebelumnya, yakni mobil Honda HRV warna hitam dan silver masing-masing Nopol S 1082 QH dan Nissan March dengsn Nopol S 1968 RF. (din)