JATIMPOS.CO//BOJONEGORO- Ada yang menarik ketika Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meresmikan Gedung Asrama Putri “Al-Khofifah” di Pondok Pesantren Modern Al-Fathimah, Bojonegoro, Rabu (27/3). Sebelum prosesi peresmian, pihak pesantren meminta Gubernur Jatim itu untuk membaca Alqur’an Surat Albaqarah ayat 99.

Khofifah menuruti permintaan itu membaca ayat Alqur’an dengan fasih dan lancar. “Baru kali ini ada Gubernur dites baca Qur’an, tartil nopo mboten? semoga Indonesia barokah, Jatim barokah, Bojonegoro barokah, dan Ponpes Al-Fatimah barokah, maturnuwun sedanten,” ujarnya usai pembacaan Alqur’an. 

Selanjutnya para santriwati diminta meneruskan membaca Alqur’an Surat Albaqarah ayat 100 dan 101. Kegiatan itu juga dalam rangka pengajian dan dzikir bersama memperingati Harlah ke-XII Ponpes Modern Al-Fatimah. “Pengalaman membaca ayat Al-Qur’an ini pun menjadikan kesan bagi saya,” kata Khofifah.

Inspirasi Nama Khofifah

Pondok Pesantren Al-Fatimah Bojonegoro membangun gedung asrama putri, dan kemudian diberi nama Gedung Al-Khofifah. Menurut Pengasuh Ponpes Al-Fatimah Bojonegoro, Tamam Syaifuddin, alasan dinamakannya gedung asrama putri “Al-Khofifah” karena terinspirasi dari sosok Gubernur Khofifah yang cinta damai, cinta bahagia, dan mampu menjadi salah satu pemimpin wanita yang amanah di Indonesia.  

Atas pemberian nama itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi dan bangga karena namanya menjadi inspirasi bagi Gedung Asrama Putri Al-Khofifah di Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah, Kab. Bojonegoro. 

 “Saya berterima kasih, dan surprise, bahwa pimpinan Ponpes memberikan nama asrama putri ini dengan menggunakan nama Al-Khofifah. Ini akan menjadi bagian dari penyemangat saya,” katanya usai peresmian.

Gubernur Khofifah mengatakan, peresmian gedung asrama tersebut makin memotivasinya untuk terus memajukan pesantren, serta mengajak santriwati agar terus bergerak, memiliki semangat, dan bekerja keras demi meraih mimpi dengan berbekal ilmu berbasis pesantren, serta ditunjang oleh pengayaan-pengayaan keilmuan lain.  

Gubernur Khofifah juga mendorong diversifikasi profesi bagi para santriwati, karena Indonesia membutuhkan banyak profesi yang bisa dilakukan oleh para santriwati. Karena itu, dalam kesempatan ini, gubernur wanita pertama di Jatim ini juga memberi semangat pada para santriwati untuk berani bercita-cita mencapai sukses dengan berbagai profesi sesuai passion masing-masing. 

 “Jadi saya tadi menanyakan, adakah yang punya cita-cita jadi tentara? Polisi? Pengusaha? Atau anggota DPR? “katanya sembari menambahkan, diversifikasi profesi berbasis pesnatren ini bisa diwujudkan karena saat ini baik Polwan, Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad), Wanita Angkatan Udara (Wara), dan banyak profesi lainnya diperbolehkan memakai jilbab 

Hadir dalam kesempatan ini,diantaranya Ir. H. Satya Widya Yudha (Ketua Komisi I DPR RI), Dr. H. Freddy Purnomo (Ketua Komisi A DPRD Jatim), Ir. H. La Nyalla Mataliitty (Ketua KADIN Jatim), SIgit Kus Hardianto (Ketua DPRD Kab. Bojonegoro), jajaran forkopimda kab Bojonegoro, para kyai dan ulama, daiantaranya KH. Alamul Huda Masyur, KH. Makmun Adnan, KH. Idrus Sulaiman, KH. Adib Hambali, para Ibu Nyai diantaranya, Hj. Mahfudoh Wahab Hasbulloh, dan para pejabat Kemenag Bojonegoro Pemkab Bojonegoro, dan para undangan lainnya. (nam/hms)