JATIMPOS.CO//TUBAN- Umumnya Kue lumpur adalah penganan ringan dengan berbahan utama santan, kentang, tepung terigu, dan telur. Sebagai pewangi digunakan vanila dan seringkali diberi hiasan kismis dan kelapa muda iris di permukaannya. Kue ini tergolong kue basah sehingga tidak tahan disimpan lama.

Kue lumpur ini sekarang di Bumi Wali, sebutan Kota Tuban, yang dikenal merupakan jajanan tradisional Indonesia. Tapi berkat kreatifnya tangan seorang wanita asal Sidoarjo ini berubah wujud menjadi panganan milenial dipadu bumbu rahasia.

 “Tidak hanya dari asalnya kini mulai banyak diminati muda-mudi dan pada umumnya oleh warga di Kabupaten Tuban Bumi Wali langsung diburu banyak pembeli juga dari segala usia,” kata Ernawati, Owner toko kue ‘Muda Mudi Jaya’ saat ditemui jatimpos.co, Minggu, (17/03/2019)

Paparnya lagi, jajanan tradisional yang bercitarasa seperti makanan Internasional ini, sekarang juga sudah menjafdi viral dan banyak diminati masyarakat di Jawa Timur pada khususnya dan daerah lain pada umumnya.

Kehadiran toko Kue Lumpur cabang di Kabupaten Tuban, yang berlokasi di Jalan Basuki Rahmad nomer 299 Tuban itu pun langsung ramai dikunjungi pembeli, baik dari warga tuban sendiri maupaun luar kota.

"Rasanya enak mas, dan beda dengan kue yang lain. Saat di makan juga seperti ada lumeran lumpur yang lembut di lidah dengan cita rasanya yang khas," kata Pelanggan kue lumpur ini, Dwi Kana Endra Yanti, (51), seorang wanita asal Kecamatan Turen, Kabupaten Malang yang kebetulan sedang liburan di Tuban kepada media ini.

Cara pembuatan kue lumpur tersebut juga tergolong unik, setelah semua bahan adonan tercampur, adonan tersebut dimasukkan ke dalam cetakan dan di masak menggunakan alat masak tradisional seperti tungku yang berisi arang yang diletakkan di atas dan bawah cetakan.

Alat masak unik itu, membuat kue lumpur milik Ibu Ernawati yang memiliki tujuh cita rasa matang sempurna dengan tekstur padat diluar dan lembut seperti lumpur saat dimakan.\

"Kita menyediakan sejumlah cita rasa, seperti, Original, Nangka, Kelapa, Green Tea, Durian, coklat, dan keju," kata Ernawari.

Selain itu, toko kue juga menyediakan dua rasa khas lokal Tuban yang tidak ada di cabang kota lainnya.

"Kita ada rasa buah Siwalan dan Waluh yang menjadi ciri khas kue lumpur muda-mudi Tuban. Sedangkan untuk cabang yang di Malang kita pakai ciri khas Nangka dan Durian," imbuhnya.

Menurutnya setelah nanti sukses di Tuban akan dikembangkan untuk daerah Bojonegoro dan lainnya. Untuk harga, kue lumpur muda-mudi ini tergolong cukup murah, yaitu seharga Rp 25.000 untuk satu box berisi 10 butir kue lumpur dengan rasa Original. Kemudian Rp 30.000 untuk satu box berisi 10 butir kue lumpur varian rasa. Kini, hadir di Tuban Bumi Wali.

Keunikan di toko ini juga bisa ditemukan jajanan khas daerah Tuban lainnya, seperti Bongko, Nagasari, Gethuk Lindri dan lain-lain. “Biar pembeli juga bisa menikmati jajanan khas daerah, sehingga mereka selain membeli kue lumpur kami juga dan tentunya kami kemas semenarik mungkin dan higienis,” pungkasnya.(met)