JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADUN  - Pasangan Suami Istri (Pasutri), Rudiansah alias Tama warga Lampung dan Monica warga Bandung tersangka kasus pencurian ATM dengan modus mengganjal ATM terancam sembilan tahun penjara.  Hal ini setelah mereka berdua ketahuan melakukan pencurian ATM dan berhasil ditangkap oleh jajaran Polres Madiun.



Kapolres Madiun, AKBP Ruruh Wicaksono menjelaskan, kasus pencurian ATM ini berawal pada 27 Januari 2019. Saat itu, Pasutri ini beserta seorang sopir yang statusnya dalam pencarian, naik mobil berangkat dari Bandung menggunakan mobil rental asal Lampung mengarah ke Madiun.

Menurut pengakuannya, tersangka mau menengok putranya yang sekolah di Jawa Timur. Karena kekurangan uang, mereka mencuri di salah satu ATM di Solo lalu berlanjut di Madiun. Modus operandi para pelaku ini mengamati dan menunggu korban masuk ke ATM. Setelah korban masuk ke ATM, tersangka juga ikut masuk secara bergantian.

“Tetapi, saat itu kondisi lubang kartu ATM sudah diganjal dengan korek api dan didorong pelaku menggunakan potongan gergaji kecil ke dalam mesin ATM supaya kartu ATM korban tidak bisa dimasukkan. Lalu, pelaku berpura-pura membantu dengan maksud agar dapat menukar kartu ATM yang sama jenisnya,“ jelas Kapolres Madiun saat Press Release di Polres Madiun, Kamis (11/4/2019).

Lebih lanjut dia katakan, dalam aksinya ini  pelaku sudah menyiapkan kartu cadangan yang lebih kecil, dan ketika dimasukkan ke lubang ATM bisa masuk. Lalu, kartu asli milik korban diminta dan ditukar dengan kartu kecil milik pelaku dan dimasukkan ke ATM, lalu pelaku keluar dari ATM dan masuk ke mobil.

“Karena yang masuk ke mesin ATM tadi adalah kartu palsu akhirnya korban kebingungan. Lalu Monica berpura-pura membantu korban dengan mengarahkan korban menekan salah satu tombol. Ketika tombol itu ditekan, muncul tulisan masukkan nomor telepon pada layar ATM,“ terangnya.

Setelah didalami, ternyata itu adalah salah satu transaksi tanpa ATM. Jadi, ketika mengambil uang tanpa kartu ATM tetapi punya fasilitas M-Banking, bisa menekan salah satu tombol dan akan muncul nomor telepon, setelah itu akan muncul konfirmasi lalu perintah untuk memasukkan nomor PIN.

“Kemudian tersangka mengintip nomor PIN ATM korban. Setelah tahu PIN korban, langsung menghubungi suaminya via SMS. Lalu, tersangka Rudiansah menuju ke ATM yang lain untuk mengambil uang korban,” jelasnya.

Namun, ketika Rudiansah kembali ke ATM untuk menjemput istrinya, ternyata Monica sudah diamankan petugas. Karena takut ikut tertangkap, Rudiansah akhirnya melarikan diri ke Lampung. Lalu, pada akhir Maret tersangka terdeteksi telah berada di Surabaya bersama temannya dari Lampung berinisial JD.

Tersangka Rudiansah berhasil ditangkap pada 4 April 2019 di Surabaya saat sedang membeli minuman di sebuah warung di pinggir jalan. Kaki kanan Rudiansah terpaksa didor petugas karena berusaha kabur. Sementara temannya berinisial JD masih dalam pencarian.

“ Terhadap tersangka dijerat dengan pasal 363 ayat 1 tentang pencurian yang dilakukan bersama-sama dua orang atau lebih, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 9 tahun. Sedangkan Monica sudah P21 dan saat ini dalam proses persidangan, “ pungkasnya. (jum)