JATIMPOS.CO/MOJOKERTO - Kasus tindak pidana prostitusi dan tindak pidana perdagangan orang berhasil diungkap jajaran Polres Mojokerto Kota Jawa Timur.



Seorang karyawan sebuah karaoke di Kota Mojokerto berhasil diciduk polisi, karena perbuatannya yang nyambi sebagai mucikari esek-esek di tempat kerjanya.

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Sigit Dani Setiyono, SH.SIK MSC dalam pers rilisnya, Jumat (29/3) menjelaskan, jajarannya berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dan mengamankan 3 orang tersangka disalah satu hotel di Mojokerto pada Rabu (27/3) pukul 21.00 WIB.

Adapun barang bukti yang berhasil disita adalah 2 Hp merk Oppo type A83, kondom, tissu magic, uang tunai Rp 900 rb, 1 buah bedcover warna hijau, 3 buah sprei warna putih, 2 buah sarung bantal warna putih, dan 1 buah selimut warna orange.

Masih kata Kapolres Sigit Dani Setiyono, 3 orang tersangka, salah satunya mucikari inisial EN (40) warga Mojokerto yang berprofesi karyawan karaoke. Sedangkan korban juga berprofesi sebagai pemandu lagu disalah satu karaoke di Mojokerto.

Modus yang digunakan EN adalah sebagai penghubung konsumen dengan korban. Permintaan konsumen kepada mucikari untuk dicarikan wanita sebagai teman kencan dilakukan di tempat karaoke. setelah disepakati akhirnya sang mucikari menghubungi korban dan disuruh datang ke hotel yang telah dipesan oleh konsumen.

Tarif yang dipatok oleh mucikari pada konsumen sekali kencan Rp 900 ribu. Mucikari memberikan pada korban Rp 500 ribu, sedang Rp 400 ribu untuk mucikari.

“Tersangka kita jerat pasal 2 ayat (1) UU No.21 tahun 2007 tentang tindak pidana perdagangan orang dan atau pasal 296 KUHP dan atau pasal 506 KUHP,” pungkas Kapolres. (din)