JATIMPOS.CO/JOMBANG - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jombang kembali membongkar pabrik pembuatan minunan keras (Miras) jenis Arak putih yang ada di Dusun Gedangkeret, Desa Banjardowo, Kecamatan/Kabupaten Jombang.



Pabrik Miras ini mampu memproduksi 180 liter arak dalam sehari, bisa memperoleh uang sebesar 3 juta rupiah.

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Azi Pratas Guspitu, SIK.SH didampingi Kasubag Humas Polres Jombang, AKP Hariyono dalam rilis, Selasa (19/3/2019) mengatakan, sehari bisa memproduksi sebanyak 10 dus, tiap satu dus berisi 12 botol. Harga untuk satu botol sebesar 25 ribu rupiah.

Sementara, lanjut Azi, Dalam penggerebekan ini, satu orang diamankan, yakni  La (48 tahun) warga RT 01/RW 30 Dusun Mojokopek Desa Punggahan Kulon Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban. Sampai saat ini yang bersangkutan masih menjalani penyidikan. Petugas juga mengamankan alat yang digunakan menyuling arak beserta botol kosong.

“Kemarin kita amankan 2 orang, namun setelah kami dalami ternyata yang satu orang hanya sebagai saksi. Sedangkan satu orang lagi yang bernama Lamsio (48 tahun), warga asal Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban ini yang berperan penuh. Selain sebagai peracik, ia juga ikut dalam permodalan,”terangnya.

Dibeberkan AKP Azi Pratas modus operandi dari tersangka yakni menyediakan drum-drum dari plastik sebanyak 4 sampai 6 buah. Setelah itu tersangka memasukkan air 150 liter ke dalam drum, beserta gula merah, ragi tape dan parnipan (bahan kue), yang selanjutnya diaduk biar larut.

Kemudian drum tersebut ditutup dan dibiarkan (fermentasi). Setelah satu minggu tersangka menuangkan cairan fermentasi ke dalam ketel. Dari pembakaran tersebut dihasilkan uap yang selanjutnya dialirkan melalui 4 pipa menuju drum.

Setelah terkumpul, dites dengan alkoholmeter untuk kadar alkoholnya, lalu kumpulan uap air disedot dengan pompa air kecil untuk difilter agar bening. “Setelah proses pembuatan selesai, lalu dikemas mengunakan botol plastik ukuran1,5 liter ditutup warna merah dan setiap 12 botol dikemas dalam satu kardus,” beber Azi Pratas.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 137 ayat 1 dan 2, jo pasal 77 ayat 1 UU RI No.18 Tahun 2012 tentang pangan, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (her)