JATIMPOS.CO//KOTA MALANG-Aisha Kurnia Widyastuti diduga melakukan penipuan terhadap beberapa orang yang menjual tanah di beberapa daerah di kota Malang. Salah satu korbannya adalah Lyla Herawati, SH., MHum seorang notaris.

Lyla berkapasitas sebagai notaris untuk transaksi jual beli tanah kavling yang dibeli oleh Aisha Kurnia Widyastuti. "Saya ini hanya perantara penjual dan pembeli tanah, karena tugas notaris ya sebagai pejabat pembuat akta tanah. Tetapi kok saya jadi korban?," ujarnya, Minggu (17/03).

Ia menyebut bahwa Aisha ini sebagai pembeli tanah dan membuat kesepakatan jual beli tanah tersebut dengan penjual tanah bahwa diberi kuasa dijual kembali tanah tersebut sebagai tanah kavling untuk perumahan.

Lyla melanjutkan, setelah dibayarkan uang muka terlebih dahulu dan sisa uang tanah tersebut dibayarkan setelah kavling - kavling tersebut terbayarkan, tetapi setelah terbayarkan semua, si pelaku kabur membawa uang yang telah dibayarkan.

"Bu Aisha Kurnia Widyastuti itu malah lari dengan membawa uang tersebut. Mau tidak mau saya harus membayarkan kekurangan pembayaran tanah itu karena para penjual tanah datang ke kantor saya dengan membawa wartawan," katanya.

"Padahal saya tidak tau keberadaan Bu Aisha Kurnia Widyastuti itu dan posisinya saya ini cuma pejabat pembuat akta tanah saja," tambahnya.

Ditempat terpisah, pengacara yang mendampingi korban merasa geram atas perbuatan pelaku yang menipu kliennya.

Menurutnya, tidak seharusnya Lyla membayarkan uang tanah tersebut karena dia hanya sebagai pejabat pembuat akta tanah bukan sebagai pembeli dan penjual. 

"Notaris itu kan tidak tau apa apa, dan tidak semua alamat keberadaan tempat tinggal semua kliennya dia tau betul," ujar Pengacara korban.

Ia memastikan bahwa tanah tersebut yang diperjual belikan tidak dalam sengketa, ketika aman maka terjadilah proses jual - beli. Akibat penipuan ini, Lyla harus membayar 1 milyar lebih dari perbuatan yang dilakukan oleh Aisha.

"Bu Aisha Kurnia Widyastuti harus bertanggung jawab atas perbuatannya itu. Dia itu punya anak dan punya keluarga besar, apa tidak malu ketika anak dan keluarga besarnya tau tentang ini?," tutur advokat muda itu.

Menurutnya, sudah banyak yang menjadi korban dari pelaku, dan beberapa sudah membuat laporan di Polres Kota Malang. Ia pun tak mau ketinggalan, pihaknya akan melaporkan Aisha ke pihak yang berwajib.

"Kami juga akan menyusul membuat LP di Polda Jatim, semoga segera tertangkap pelaku tersebut dan mempertanggung jawabkan perbuatannya," ujar pria berkacamata itu.(yon)