JATIMPOS.CO/MADIUN – Seorang pelaku jambret, Yugos Mega Anggriawan (25), warga Desa Sumberejo, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, yang telah beraksi sekitar sepuluh TKP dalam kurun waktu empat bulan kejadian yang umumnya dilakukan di wilayah Kecamatan Jiwan, Sawahan dan wilayah Kota Madiun berhasil ditangkap jajaran Sat Reskrim Polres Madiun Kota.



Kapolres Madiun Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro, menjelaskan, pelaku penjambretan ini diungkap setelah adanya laporan dari masyarakat yang merasa resah atas adanya penjambretan yang sering terjadi di wilayah Jiwan. Dan berdasarkan laporan tersebut akhirnya dalam kurun waktu tiga minggu, tepatnya di jalan raya Teguhan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, petugas Reskrim Polres Madiun Kota berhasil menangkap pelaku.

“Dengan tertangkapnya pelaku ini diharapkan masyarakat akan lebih aman dalam berkendara baik itu malam hari  dan kami akan mengembangkan terus apabila ada jaringan – jaringan lain terkait dengan kegiatan jambret ini,“ jelas  AKBP Susatyo Purnomo Condro kepada wartawan, senin (21/11/2016).

Lebih lanjut dikatakan, dari hasil penangkapan itu petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang dan kendaraan-kendaraan yang digunakan oleh pelaku pada saat melakukan tindak kejahatan.

“Target pelaku penjambretan ini adalah semua pengendara motor, tidak mengenal usia atau jenis kelamin tetapi pelaku melakukan tindak kejahatan pada saat situasi sepi, hal ini menjadi sasaran mereka untuk melarikan diri lebih cepat, “ katanya.

Sementara, modus operasi tersangka dalam aksinya itu dilakukan sendirian dengan cara memepet kendaraan korban, kemudian diamati dan diawasi ketika korban dalam posisi aman dan tidak banyak orang maka pelaku memepet korban dan merampas barang-barang milik korban.  “Dan jika aksi jambret itu dilakukan sudah pasti membahayakan jiwa korban,” katanya.

Menurutnya, pelaku penjambretan ini sebelumnya  sudah pernah melakukan tindak kejahatan dengan modus yang sama dan hasil dari jambret tersebut digunakan untuk keperluan hidup dan sebagian untuk berfoya-foya.

“Atas perbuatan tersangka bakal dijerat pasal 365 KUHP jo 65 KUHP tentang curas (pencurian dengan kekerasan) dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun,” pungkasnya. (jum)