JATIMPOS.CO//TUBAN  Usaha Kecil Menengah (UKM) Batik Sekar Tanjung Kecamatan Jenu berhasil mengembangkan usahanya memproduksi batik. Hal ini tidak terlepas dari program binaan PT Pertamina (Persero) TBBM Tuban.

UKM yang berada di Desa Tasikharjo Kecamatan Jenu ini baru berumur tiga tahun dan memiliki tenaga pembatik 21 orang. Berkat dukungan penuh pihak pertamina para perempuan tangguh ini diberikan pelatihan yang selanjutnya dilengkapi dengan peralatan dan kelengkapan membatik. 

Ketua UKM Susiani menjelaskan, seluruh anggotanya di usaha ini berlatarbelakang menjadi ibu rumah tangga yang sebelumnya tidak memiliki keterampilan membatik. Melalui program Corporate Social Responbility (CSR) dari Pertamina ini menjadi pintu masuk menyalurkan bakat yang diwadahi melalui UKM.

"Kita beruntung sekali karena diberikan kesempatan untuk berlatih membatik. Selain itu juga dibantu peralatan dan kelengkapan," kata Susiani kepada wartawan, Jumat (22/03/19).

Mengenai hasil produk, kata Susi, selama ini produksinya masih dijual tingkat lokal. Harganya relative terjangkau dan bervariasi tergantung motif. Untuk batik tulis harganya dibandrol Rp. 155 ribu - Rp. 200 ribu/lembar ukuran dua meter persegi. Sedangkan batik cap kisaran Rp. 135  Rp. 150 ribu/lembar tergantung motif batik yang diinginkan.

Sementara untuk produk unggulannya yakni batik bermotif bunga yang dijual kisaran Rp. 250  300 ribu/dua meter persegi.

 “Memang kita baru melayani lokal Tuban saja, agar lebih dikenal lagi kita juga selalu promosi melalui Medsos," tambah Susi.

Tak hanya produksi kain batik saja, UKM ini juga melayani baju siap pakai. Bermitra dengan penjahit yang ada di lingkungan setempat baju batik dijual antara Rp. 180  200 ribu tergantung ukuran dan motifnya.

Sementara itu bagian Operation Head Pertamina TBBM, Andarias A. Rambu merasa senang sekali melihat produktivitas UKM Batik Sekar Tanjung. Berkat binaannya ibu-ibu yang ada di sekitar ring perusahaannya masih terus semangat mengembangkan usaha batik. Ke depan pihak pertamina akan terus mendampingi kegiatan usaha ini dengan memberi penambahan modal, pelatihan, strategi marketing, dan akan diikutkan diberbagai pameran batik.

"Utamanya ini upaya untuk mencetak kemandirian warga melalui kegiatan UKM ini. Tentunya pendampingan akan terus dilakukan," pungkasnya. (Min)